Sebenarnya tak masalah kau sebut aku apa
Asal kau mau berubah tanpa kupaksa
Asal kau mau mendengar suara-suara orang tersiksa
Tanpa perlu tunggu perintah dari mereka
Karena “Tuan” kau manusia bukan boneka
Wahai tuan penguasa
Sesungguhnya kau punya
daya
Untuk merubah hidup
orang-orang tersiksa
Mulai dari miskin desa,
hingga kaum marjinal kota
Tapi kau memilih tunduk
di bawah ketiak tetangga
Lantas apa gunanya kau
kami beri kuasa ?
Maka wajarlah jika kami berteriak
Disaat kuasa tak kau gunakan secara wajar
Maka pantaslah jika kami melawan
Toh, hak kami dirampas maling yang pura-pura jadi tetangga
Lalu karenanya kau sebut kami pemberontak ?
Dasar penguasa tak berotak !
Maka sungguh bodohlah
kami dulu, pernah percaya
Pada munafik pengemis
Yang berbalik menjadi
Tuan
Maka tolollah kami
sekarang, jika masih diam dan berpasrah
Adalah bohong jika kami tak marah
Kesabaran itu tak kekal seperti Tuhan
Dia surut seperti air laut
Amarah, tidak diam
seperti batu
Yang menunggu perhatian
manusia atau binatang
Amarah menyimpan lahar
seperti Merapi
Kelak, meledak dalam
perlawanan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar