Pages

Kamis, 27 Maret 2014

Menuai Siri’ Mengakhiri Syair




Entah sejak kapan jadi begini ?
Bissu yang dulu manusia suci
Berubah reputasi, engkau sebut banci
Lalu siri’, menjadi sama dengan  magelli
Entah kapan dimulainya ?
Siri’ berubah jadi budaya iri
Membenci, sakit hati, dengki
Saat tak berhasil mencapai kedudukan tertinggi
Lalu harga diri
Berubah jadi budaya jual diri
Yang acuh pada nurani
Demi kepuasan perut sendiri
Dan sejak kapan ?
Perahu-perahu pinisi
Menciut dan berubah fungsi
Jadi pajangan di ruang tamu
Lalu Andi’, Karaeng, Daeng, Arung
Kini tak lebih dari silsilah
Tak lagi seperti dulu
Sebagai penerima hormat masyarakat
Sebagai penimbang keputusan dalam adat
Karena kini para Andi’ tak lagi berani
Karaeng, dan Daeng tak lagi madeceng
 Para Arung sudah tak mampu bertarung
Masing-masing hanya jadi awalan
Sebagai pelengkap nama dalam surat keterangan
Lalu kemana para pelaut ?
Yang dulu membelah laut hingga ke Aru
Dan tersohor sebagai hantu
Hingga jauh di tanah Eropa
Boogie Man”sebut para Eropa untuk mereka
Hai kau yang lahir di Selatan Sulawesi
Syair ini takkan selesai
Jika siri’mu belum kau tuai
Maka “selesaikanlah !”



Tidak ada komentar:

Posting Komentar