Pages

Minggu, 18 Mei 2014

Merupai Masa



Ingatkan aku tentang indahnya mentari pagi
Atau dinginnya mandi di subuh hari.
Ingatkan lagi tentang penjara suci :
Kota santri tempat kita dulu berpulang lagi.
Ingatkan aku waktu kita mendalami kitab-kitab samawi
Dari Al-Quran, Hadist, hingga Barazanji,
Dari Bukhari, hingga cerita para sufi.
Atau cerita waktu kita dipukuli,
Karena tak mengaji, atau menghapal materi
Dengan rotan, kabel, bambu, hingga batang besi.
Dan tiba masa lelah akan dunia
Atau cerita fantasi soal surga dan neraka.
Aku ingin cepat berpulang saja :
Ke pangkuan ibu di desa
Serta menghabiskan waktu di beranda bersama ayah
Bercerita soal segala gelisah
Mulai soal wanita, hingga persoalan kuliah.
Diam-diam aku mengenang cinta pertama
Pada seorang wanita  yang enggan tertawa
Diam-diam aku mengenang masa
Ketika berenang bertelanjang di laut bersama mereka
Diam-diam aku mengenang Tuhan
Yang lama kudiamkan lalu kulupakan
Sebab dendam yang belum kutunaikan.


Sabtu, 17 Mei 2014

Pri-Letar



(sebuah puisi #melawanlupa)
Di bawah jurang yang kekar
Hidup sekumpulan proletar
Yang jalani hidup dengan tegar
Meski sesekali berusaha keluar
Menggapai puncak dengan cakar
Di puncak tebing yang tinggi
Hidup sekumpulan pribumi
Yang membenci diri sendiri.
Pribumi-pribumi yang mengabdi
Kepada maling barat berdasi
Dalam sebuah Negara
Pribumi dan proletar hidup bersama
Menjalani hidup dengan sama :
Sama-sama diperah tenaganya
Supaya maling barat bertambah kaya,
Sama-sama dikeruk tanah lautnya
Hingga habis tak bersisa
Buat jatah generasi selanjutnya.
Pribumi dan proletar memanglah sama
Tapi hanya soal Negaranya
Soal jalan mereka beda :
Proletar berjalan di atas belukar
Yang tebal dan patahkan cakar
Buat berjuang para proletar,
Proletar  juga menolak lupa
Soal darah para buyutnya
Sungguh pantang tumpah percuma.
Sedang pribumi pura-pura tuli
Sebab pribumi tak peduli :
Meski harus jadi piaraan kapital
Atau sujud di bawah kaki imperial
Asal hidup senyaman kolonial
Saudarapun tak kukenal
Keluargapun kubantai massal.
Dalam sebuah realita
Sungguh fana hidup bahagia
Jika memilih jalan mulia.
Lihat Ghandi di India !
Atau proletar Wiji Munir Marsinah di Indonesia !
Adakah dari mereka
Yang hidup tanpa sengsara ?
Mereka bahkan berpulang jiwa
Dalam genggaman tangan saudara sebangsa :
Para pribumi yang dipiara
Oleh bedebah berjuta wajah :
Manusia berjiwa lintah
Yang kekal hidupnya dari darah.

Makassar, pada suatu malam yang kaca.





Malam yang Mati



Pernah, pada subuh suatu ketika
Dalam gelap di sebuah pembaringan
Dengan kepala dan mata yang sejak petang masih terjaga
Kata beterbangan membentuk peristiwa
Lalu mulai kutulis puisi
Tentang orang kiri
Yang rindu revolusi
Dan pelan kalimatku berhenti pada titik
Setelah habis kutuang diksi-diksi
Kurangkai menjadi kalimat dalam satu puisi
Kumulai lagi kontemplasi dini hari
Senyap yang ribut membisiki kepala
Mengocehlah peristiwa tentang makna-makna
Gelaplah mata, lalu buta
Tak lama setelah pagi mati
Diganti oleh malam yang hujan
Terbangunlah dia yang lelap sejak subuh
Lalu bercerita tentang perangai penguasa di alam fana
Yang sebenarnya tak jauh berbeda
Dengan perangai penguasa di alam realita


Kamis, 15 Mei 2014

Lampu Jalan Veteran



Lampu jalan adalah cobaan
Bagi setiap Agamawan
Bersisian dengan kesenangan
Bagi lelaki yang kesepian
Di bawah lampu jalan
Ada banyak berjejeran
Sepanjang jalan Veteran
Perempuan penjaja kenikmatan
Lampu jalan Veteran kala malam
Tempat berkumpul serangga malam :
Laron, kumbang, dan kupu-kupu malam
Juga sejenis mahkluk perempuan
Setengah laki, setengah perempuan

Nasib Seorang Peragu



Surga neraka masih fantasi
Dalam cerita ribuan nabi,
Berdasar penuturan kitab suci.
Aku masih menyimpan benci,
Masih tetap dijauhi.
Oleh para penganut samawi :
Aku dinamai kafir harbi
Terusir dari Bumi
Jauh bersembunyi dalam sendiri
Dijauhi dan menerima caci
Sepanjang waktu, sepanjang hari.
Memang nasib seorang peragu
Kelak mati tanpa ditandu
Tanpa seorangpun tahu
Terkubur jauh di bawah bebatu
Memang nasib seorang peragu
Kelak mati sebagai perindu
Terkubur tanpa iringan lagu
Dari kawan, ataupun anak cucu