1/
Aku masih meratap depan
namamu, terukir di sebuah batu dengan catatan waktu. Hanya tangis yang kau sisa
sebagai hadiah di hari ulang tahunku, ulang tahun pernikahan kita juga.
Sekarang aku bisa apa ? hanya menyesal untuk semuanya, untuk semua janji yang
tak bisa kujaga, dan untuk seorang anak yang kelak harus merasa cukup dengan
seorang ayah. Ketika malam tiba, aku hanya bisa menyimpulkan kenangan.
2/
Waktu itu aku belum
tahu namamu, hanya nama setelahmu di absen kelas kita. Aku sempat jatuh cinta
pada dia juga dan kau setelahnya. Waktu itu aku merasa cukup sebagai teman,
tapi belakangan kita jadi lebih dekat sejak duduk sebangku. Bersamamu, aku
sering merasakan waktu sebagai tungku perapian yang enggan padam.
3/
Berselang tujuh tahun
setelah duduk sebangku, aku masih duduk bersisian denganmu. Bukan dengan
seragam putih abu-abu seperti dulu, tapi dengan pakaian adat di depan penghulu.
Kita menikah, setelah sebangku kita akhirnya serumah.
4/
Di tahun pertama
pernikahan kita, semua masih berjalan wajar. Kau beri kabar gembira beberapa
bulan berselang , setelah ulang tahun pernikahan yang pertama. Tepat beberapa
hari sebelum ulang tahun pernikahan yang kedua.
5/
Di tahun kedua,
hari-hari kita diisi dengan pertengkaran. Aku yang lelah dengan rutinitas, kau
dengan suami yang tak punya pekerjaan. Kita sama-sama frustasi menjelang
kelahiran anak pertama.
6/
Aku tak menyelesaikan
bait ke enam, sengaja kulakukan agar namamu tak dikenang sebagai tragedi dan
kisah kita tak berakhir sedih. Aku ingin mengenangmu sebagai cinta, bukan
sebagai luka. Meski pernah aku lupa bahwa kita telah bersama, hingga sempat
kuberi cinta kita ke lain wanita. Tapi kau wajib tahu, selayaknya pria aku
tergoda untuk tak setia. Demi sebuah nama, maafkan aku. Demi nama seorang anak
yang kau tinggalkan, nama anak kita.
*Penulis,
Muh. Shany K adalah mantan calon mahasiswa sastra entah dimana.
Sekarang aktif sebagai mahasiswa Psikologi UNM angkatan 2012. Sedang
sibuk kuliah sambil bekerja (kerja tugas kuliah dan semacamnya)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar