Sebagai Kerikil
Aku melihat kerikil di sungai yang dangkal, begitu tabah ;
tenggelam, terinjak para penyeberang. Tanpa keluh sepanjang waktu.
Andai aku kerikil di sungai yang dangkal itu, mungkin
menunggu bukan masalah dan terluka jadi begitu sederhana.
Aku menyaksikan kerikil di sungai yang dangkal ; begitu
berguna dan tak pernah meminta balas jasa. Menjadi rumah, atau sekadar
pelampiasan orang putus cinta buat dikembalikan ke dasar sungai yang dangkal.
Anda kerikil adalah pejabat Negara, pasti tak begitu gunung
anggaran Negara buat mengenyangkan perut-perut tanpa ruangan.
Aku iri melihat kerikil bisa begitu ihklas. Ah, seandainya
kerikil adalah wakil rakyat pasti demonstrasi tak perlu ada.
Makassar, di suatu Minggu (bulan oktober)
Penulis *Muh. Shany Kasysyaf adalah mahasiswa yang mengira
dirinya Ultraman Gaia ; datang dari planet berjuta tahun cahaya untuk
membersihkan dunia manusia dari setan-setan bernama keserakahan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar