Buku catatanku hampir penuh
Seperti jalanan yang semut
Oleh kerumunan demonstrasi.
Disana ada mahasiswa dan polisi.
Tapi catatanku tak penuh karena orasi
Hanya namamu dan puisi
2
Seharusnya kubunuh saja sejak pertama kali
Sejak tahu rindu berbahaya
Seperti penderita gangguan jiwa
Yang membunuh agar bahagia,
Menyiksa buat senang-senang saja.
3
Kadang rindu punya banyak jelmaan
Sekali waktu, jadi mahasiswa yang tutup jalan
Berteriak dengan pengeras suara
meski tahu sia-sia saja.
Yang dirindukan tak punya telinga
Seperti wakil rakyat ditegur mahasiswa
(Hanya buang-buang tenaga).
Barangkali mahasiswa sedang lupa
Di pekarangan rumah orang yang dirindukan
Ada tembok tebal kedap suara
4
Berhatilah-hatilah pada rindu,
Jika tanpa alamat.
Kalau tersesat,
Kau berdiam di sana hingga sekarat.
5
Bunuh rindumu,
Sebelum terlambat waktu.
Sebelum ia membunuhmu,
Lebih dulu.
Makassar akhir bulan, di sebuah warung kopi.