B U M I: Good Bye, Orange !!

Good Bye, Orange !!


Mungkin ini hari terakhirku merajut cerita bersamanya. Jas Orange yang memberi warna, memberi dinamika. Dengan sejuta cerita yang tersimpan dibalik kain Jas orange yang telah lusuh karena, debu, dan keringat, mungkin jika semua ceritaku bersamanya kutuliskan akan menjadi buku dengan milyaran halaman.

Sayang hari ini adalah hari perpisahan, hari yang meski tampak menyenangkan dan melelahkan, namun kelak akan menjadi menjadi kenangan yang selalu hadirkan kerinduan. Awal mengenakannya aku merasakan atmosfir kebanggaan terhadap identitas baruku sebagai mahasiswa, waktu itu hari akhir pos pengaderan Masa Bimbingan Mahasiswa yang disingkat "Mabim". Namun sayangnya atmosfir kebanggaan itu tak bertahan begitu lama terasa, jas almamater itu kehilangan substansinya karena terus digunakan tanpa pertimbangan kondisional membuat kami merasa jenuh hingga akhirnya mengaksidentalkan kesakralan jas orange itu. Gerah, dan rasanya sangat tak nyaman harus mendengar pertanyaan yang aku sadari sebagai sebuah cibiran dari teman-teman fakultas yang terlanjur memandang kami sebagai penghuni kelas ekslusif karena memang nampaknya hanya para mahasiswa baru Psikologi yang benar-benar menikmati esensi dari penggunaan jas almamater, namun itu juga yang akhirnya membuatku merasa wajib untuk mensyukuri aturan perihal pemakaian jas yang dianggap teman-temanku sebagai sebuah sistem pembodohan karena harus dikenakan terlalu lama meski akhirnya kami harus kembali tertunduk mendapat wejangan karena melayangkan aksi protes dan pertanyaan retoris yang terkesan memberi perlawanan pada BEM. Saat itu konstitusi menjadi argumentasi konkrit untuk melawan aksi protes kami, kami diperlihatkan draft yang berisi aturan tambahan hasil Mumpsi dan lokakarya pengaderan yang membahas perihal pemakaian jas alamamater, namun sekali lagi itu yang kembali membuatku merasa lebih pada akhirnya, karena waktu membuatku  mesra dan memiliki banyak cerita bersama jas almamater orangeku.

Yah ! memang benar rasanya lega setelah lepas dari kegerahan karena tak harus memakainya saat memasuki kampus, dan memang benar nyaman rasanya saat akhirnya tak lagi terpetakan secara fisik karena apa yang dikenakan. Namun rasanya tak biasa jika kekampus dan tak pergi bersamanya, mungkin saatnya kau beristirahat bersama yang lain didalam lemari  bersama gantungan dan pakaian lainnya. Akan kubangunkan kau nanti sebagai sebuah kebanggaan, bukan lagi karena sebuah belenggu aturan yang membuatku kadang benci padamu. "selamat beristirahat" !!.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright © B U M I Urang-kurai