Pemilik Ruangmu Kelak
Letih tapakku menyusur menjadi jejak menujut tempat
terjauh di riwayatmu.
Mencari ruang kosong di hatimu yang mungkin bisa
kupenuhi,
Seperti halnya kau penuhi kepalaku dengan berita
tentangmu.
Kemudian kelak kita tafsirkan semua dalam cerita ini
sebagai dendam.
Perlu kau tahu, aku pernah mencoba menyerah.
Tapi gagal sesering aku mencoba, seperti puisi dalam
buku catatanku yang tak mampu kuselesaikan.
Aku masih percaya Tuhan tak sepihak menetapkan cinta
di hati yang gulita
Meski dalam penantian kadang Tuhan menguji di luar
batas
Tapi dimana lagi rindu ini bisa pulang kalau bukan
kepadamu,
Siapa lagi yang bisa jadi tuan bagi cinta yang lama
ditinggalkan pemiliknya,
Siapa lagi jika bukan dirimu.
Beri aku nama, selain kau. Hatiku tak percaya.
Dan pemuda yang sekarang bersamamu itu sama saja,
Dengan lelaki yang sudah-sudah menjadikanmu sebagai
persinggahan.
Tapi kau perlu membuktikannya agar aku tak jadi
pendusta.
Maka kuputuskan mufakat dengan diri sendiri untuk
menunggu lebih lama.
Dan membiarkannya tetap di sana, untuk kugantikan
kelak sebagai pemilik ruang yang baru.
Kampus waktu minggu, September 2014.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar