Muhammad Shany Kasysyaf
Rindu itu kuteguk perlahan
Bersama tanya bunda dalam obrolan semalam
Tentang aku yang berbulan tak juga pulang
Padahal rumah, genap seminggu terendam hujan
Kau masih tak
pulang anak
Mungkinkah kau
lupa dimana rumah
Kujawab tanya
bunda
Dengan tetesan
tertahan di ujung mata
Mana mungkin aku melupa
Pada rumah yang menjanji masakan bunda
Hanya, aku sedang tak punya
Bahkan untuk melintas batas kota
Semua habis,
yang tertabung
Karena
harga-harga kian membumbung
Bahkan untuk
melintas batas kota
Atau melintas
batas lorong rumah
Harus berkorban
jatah makan
Untuk sehari hingga
habis berbulan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar