Pages

Senin, 10 Februari 2014

Di Gedung Wakil Rakyat (Baca Babu)





Langkahku kecil terayun
Menapaki tangga-tangga
Melalui pintu-pintu
Lalu lengang,
Sesekali terdengar
Suara dengkuran mereka yang kenyang
Ini dia gedung para babu
Yang dahulu mengemis padaku
Mengemis setuju dan suaraku
Dan sekarang berlagak jadi majikanku
Padahal bilangnya mereka dulu
Ingin jadi wakil, ingin membantu
Mulai dari buruh, hingga para guru
Sekarang bersama semua yang tak lupa
Kami  hadir menuai janji
Yang kemarin kau semai dalam pidato
Juga yang maktub di atas baliho
Karena janji wajib tunai
Jika mati harus terwaris
Sebab yang tak tunai
Hanya mimpi, sebab dia mewujud
Tak mewujud juga tak soal bagi mimpi
Sekarang kami hanya menanti
Bukan lagi kata—kata manis
Atau maafmu yang basi
Kami hanya menanti semua yang kau janji
Mungkin sekedar membuatmu ingat lagi
Bilamana kau lupa diri
Setelah janjimu habis tunai
Barulah kami, berhenti bersuara
Lalu dengan tenang pulang ke rumah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar