Muhammad
Shany Kasysyaf
Lusa yang lampau engkau semai
Lalu tumbuh membelah waktu
Pelan menguncup antara bebatu
Benih itu perlawanan
Di dada kiri
manusia
Berdetaklah
jantung menjaga hidup
Pastikan darah
pada aliran
Seperti kiri
dalam kepalan
Yang lestarikan
perlawanan dalam teriakan
Dalam sajak-sajak yang kiri
Bersemayamlah perlawanan
Yang merindu perubahan
Dan tumbuh perlahan
Persis kura-kura berjalan
Tak mengapa
tumbuh pelan
Asal perlawanan
mekar pasti
Menjadi bunga
yang besar wangi
Dan batangya
mengoyak tirani
Juga seharum
Revolusi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar