Ilustrasi gambar : Googling
Pemilik Keindahan yang Membenci Pemujanya.
Pemilik Keindahan yang Membenci Pemujanya.
Kau pernah berkata dalam sebuah
tulisanmu “kata yang indah tak selamanya bisa dipercaya”, meski sebenarnya itu
bukan kalimatmu, tapi tetap saja itu kalimat yang dibenarkan olehmu. Jadi kutegaskan
saja pada diriku, bahwa kau bukanlah tipe wanita yang mudah percaya pada kata
rayuan, sejujurnya aku bukanlah lelaki perayu, hanya saja aku senang merangkai
kata yang kuharap bisa aku atau kau baca dengan nyaman. Tapi semua terserah
padamu bagaimana mengartikan semuanya, inilah beberapa jawaban yang dari
pernyataan yang kau benarkan itu, namun kurasa itu lebih mirip pertanyaan,
mungkin bagimu berlaku hal yang sama :
1.
Kata indah bagi sebagian orang
seringkali digeneralisasikan sebagai
kebiasaan orang-orang, yang terbiasa hidup dalam kebohongan, sebut saja
pujangga atau seniman kata yang obsesif
pada satu objek seumur hidupnya. Bagiku kata yang indah dalam tulisan, tak
lebih dari mimpi dan harapan yang tertuangkan dalam kata-kata, dan itu bukan
sebuah kebohongan. “Kita semua berhak berharap, atas apa yang kita impikan”.
2.
Mungkin kau terlalu banyak menerima
suguhan dari tayangan-tayangan menyesatkan yang tak pernah jujur tentang
keindahan yang sebenarnya. Coba tanya pada orang-orang yang kau kenal sebagai
teman, “apa definisi mereka semua tentang keindahan sama ?”. “Apa ada yang punya jawaban sama” ?, tentu
saja tidak, keindahan adalah hal yang berani kugaransikan paling subjektif
dalam penilaian manusia, serupa dengan cinta dan kebaikan.
3.
Bagiku, kaulah definisi dari keindahan.
Meski kau tak pernah senang dianggap demikian. Mungkin karena tak pernah
kutuangkan kejujuran dalam setiap percakapan kita, mungkin karena kau masih atasan
yang untukku tetap harus kuberi penghormatan, atau mungkin karena sifat
pecundangku yang hanya bisa bersembunyi dalam tulisan, jadi tak mengherankan
jika kau tak mudah percaya pada tulisan yang kubuat sebagai apresiasi atas keindahan. Tapi kuharap
kau percaya satu hal, “dalam tulisanku, tak pernah kubahas satupun rayuan, dan
tak pernah ada satu katapun yang bermodus
penipuan, semua kata dalam tulisanku jika kau anggap indah (sekaligus
kebohongan) berhak kau beri nilai apa saja, tapi asal kau tahu, harapan dari
masing-masing manusia pastilah tentang keindahan, yang menjamin kebaikan dan
kebenaran, mungkin itulah kesempurnaan yang sering kujadikan afirmasi dalam banyak tulisan dan
kutipan”.
Jadi, masihkah
kau merasa sulit untuk percaya pada kata-kata indah yang sesungguhnya adalah
harapan ? atau masihkah kau keberatan atas tulisan-tulisan yang kudedikasikan
untukmu (Perempuan Konsonan) ? atau aku setidaknya harus jujur tentang rasa,
setidaknya dalam satu percakapan (aku curiga kau tak akan percaya dan tetap
menganggapnya sebagai rayuan) ?. Apapun yang kau inginkan nantinya, bagiku
dunia tetaplah sama, “kau tetap satu dari banyak keindahan yang Tuhan ciptakan,
dan mungkin saja kau adalah definisi
harfiah dari keindahan yang Tuhan maksudkan”. Meski memang kata indah tak
menjamin kebenaran, tapi menaruh kepercayaan bahwa itu bukan rayuan melainkan
harapan, kurasa bukan kesalahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar