Pages

Jumat, 17 Januari 2014

Perempuan Konsonan









 Ilustrasi gambar : Googling

Pemilik Keindahan yang Membenci Pemujanya.
            Kau pernah berkata dalam sebuah tulisanmu “kata yang indah tak selamanya bisa dipercaya”, meski sebenarnya itu bukan kalimatmu, tapi tetap saja itu kalimat yang dibenarkan olehmu. Jadi kutegaskan saja pada diriku, bahwa kau bukanlah tipe wanita yang mudah percaya pada kata rayuan, sejujurnya aku bukanlah lelaki perayu, hanya saja aku senang merangkai kata yang kuharap bisa aku atau kau baca dengan nyaman. Tapi semua terserah padamu bagaimana mengartikan semuanya, inilah beberapa jawaban yang dari pernyataan yang kau benarkan itu, namun kurasa itu lebih mirip pertanyaan, mungkin bagimu berlaku hal yang sama :

1.                     Kata indah bagi sebagian orang seringkali digeneralisasikan sebagai kebiasaan orang-orang, yang terbiasa hidup dalam kebohongan, sebut saja pujangga atau seniman kata yang obsesif pada satu objek seumur hidupnya. Bagiku kata yang indah dalam tulisan, tak lebih dari mimpi dan harapan yang tertuangkan dalam kata-kata, dan itu bukan sebuah kebohongan. “Kita semua berhak berharap, atas apa yang kita impikan”.

2.                     Mungkin kau terlalu banyak menerima suguhan dari tayangan-tayangan menyesatkan yang tak pernah jujur tentang keindahan yang sebenarnya. Coba tanya pada orang-orang yang kau kenal sebagai teman, “apa definisi mereka semua tentang keindahan sama ?”.  “Apa ada yang punya jawaban sama” ?, tentu saja tidak, keindahan adalah hal yang berani kugaransikan paling subjektif dalam penilaian manusia, serupa dengan cinta dan kebaikan. 

3.                     Bagiku, kaulah definisi dari keindahan. Meski kau tak pernah senang dianggap demikian. Mungkin karena tak pernah kutuangkan kejujuran dalam setiap percakapan kita, mungkin karena kau masih atasan yang untukku tetap harus kuberi penghormatan, atau mungkin karena sifat pecundangku yang hanya bisa bersembunyi dalam tulisan, jadi tak mengherankan jika kau tak mudah percaya pada tulisan yang kubuat sebagai apresiasi atas keindahan. Tapi kuharap kau percaya satu hal, “dalam tulisanku, tak pernah kubahas satupun rayuan, dan tak pernah ada satu katapun yang bermodus penipuan, semua kata dalam tulisanku jika kau anggap indah (sekaligus kebohongan) berhak kau beri nilai apa saja, tapi asal kau tahu, harapan dari masing-masing manusia pastilah tentang keindahan, yang menjamin kebaikan dan kebenaran, mungkin itulah kesempurnaan yang sering kujadikan afirmasi dalam banyak tulisan dan kutipan”.

Jadi, masihkah kau merasa sulit untuk percaya pada kata-kata indah yang sesungguhnya adalah harapan ? atau masihkah kau keberatan atas tulisan-tulisan yang kudedikasikan untukmu (Perempuan Konsonan) ? atau aku setidaknya harus jujur tentang rasa, setidaknya dalam satu percakapan (aku curiga kau tak akan percaya dan tetap menganggapnya sebagai rayuan) ?. Apapun yang kau inginkan nantinya, bagiku dunia tetaplah sama, “kau tetap satu dari banyak keindahan yang Tuhan ciptakan, dan mungkin saja kau adalah definisi harfiah dari keindahan yang Tuhan maksudkan”. Meski memang kata indah tak menjamin kebenaran, tapi menaruh kepercayaan bahwa itu bukan rayuan melainkan harapan, kurasa bukan kesalahan.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar