B U M I: Bukan balada. Tentang rindu

Bukan balada. Tentang rindu



Aku menunggu malaikat tiba
dalam perang tanpa jeda,
tengah menanti doa
dalam drama tanpa suara.
Aku percaya bidadari ada
dengan cantik segala rupa.
Matahari menunggu malam tiada
Resah ingin bercahaya
Menunggu jadi pelita
Meski hanya hingga malam tiba
Rinduku tenggelam di gurun
Jauh di bawah kaki penyamun
Yang merampok pedagang tenun
Hati membusuk dalam kunyah,
Gerombol belatung yang gelisah.
Satu tentara tengah dipapah
Karena satu kakinya patah.
Perang berlanjut tanpa suara
Malaikat tak tiba juga
Malam yang biasanya penanda
Bagi waktu yang jadi jeda
Terabai oleh para tentara
Pelan-pelan tiba matahari
Satu persatu tentara mati.
Dari jauh penyamun mengawasi
Menunggu hingga habis pagi
Hingga bising peluru berhenti
Beri jalan bagi penyamun kembali
Perang maju melintasi waktu
Para tentara mulai terserang rindu
Pada istri, pada anak dan ibu
Sampai suatu waktu,
Perang berubah jadi bisu
Telah habis suara peluru
Penyamun berhenti terpaku
Pikirnya “ini waktuku !”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright © B U M I Urang-kurai