Pages

Senin, 30 Juni 2014

Batas Persinggungan



1/
Aku tak ingin jatuh cinta seperti para pendosa : yang menjadikan agama sebagai kuda, serta gemar meminjam nama Tuhan sebutuhnya saja. Cintaku haruslah sesuci penghuni Surga, yang sebelumnya habis dibenamkan untuk pembersihan di dasar Neraka.
2/
Aku tak bisa jadi pendusta. Seperti rasa aman di Orde baru, yang mengubur kebenaran di segala penjuru. Atau seperti Negara yang dibangun dengan hutang yang diwariskan sebagai kekayaan. Cintaku tidak sepalsu itu.
3/
Bukan simbiosis antara ternak dan gembala. Atau seperti barang dagangan di pasar swalayan. Cintaku tak punya kembalian. Tidak pula seperti politikus yang pandai bermain kotor. Atau media yang gemar jadi provokator. Aku tidak sepicik itu mencintaimu.
4/
Tapi jangan kemana-mana bila tak kuminta. Sebab aku menghalalkan semua cara agar kau tak pergi. Bisa lebih fasis dari Musolini, atau sehalus hegemoni Gramsci. Asal kau tak pergi, aku pasrah menerima serapah, seperti komunis yang dimusuhi berkat rekayasa awak media.

Terinspirasi dari sebuah sajak tanpa judul milik akun tumblr dengan nama “sembariberlari”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar