1/
Aku tak ingin jatuh
cinta seperti para pendosa : yang menjadikan agama sebagai kuda, serta gemar
meminjam nama Tuhan sebutuhnya saja. Cintaku haruslah sesuci penghuni Surga,
yang sebelumnya habis dibenamkan untuk pembersihan di dasar Neraka.
2/
Aku tak bisa jadi
pendusta. Seperti rasa aman di Orde baru, yang mengubur kebenaran di segala
penjuru. Atau seperti Negara yang dibangun dengan hutang yang diwariskan
sebagai kekayaan. Cintaku tidak sepalsu itu.
3/
Bukan simbiosis antara
ternak dan gembala. Atau seperti barang dagangan di pasar swalayan. Cintaku tak
punya kembalian. Tidak pula seperti politikus yang pandai bermain kotor. Atau
media yang gemar jadi provokator. Aku tidak sepicik itu mencintaimu.
4/
Tapi jangan kemana-mana
bila tak kuminta. Sebab aku menghalalkan semua cara agar kau tak pergi. Bisa
lebih fasis dari Musolini, atau
sehalus hegemoni Gramsci. Asal kau
tak pergi, aku pasrah menerima serapah, seperti komunis yang dimusuhi berkat
rekayasa awak media.
Terinspirasi dari
sebuah sajak tanpa judul milik akun tumblr dengan nama “sembariberlari”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar