oleh : Gurita Mapala Teknisi UNM (Abdul Rajab)
MAPALA adalah organisasi yang boleh dikata tak terstruktur secara rapi ditingkat nasional.
MAPALA tak miliki seragam se-nasional dan memang karakternya yang tak bisa diseragamkan. Tak suka diatur-atur. he he .
MAPALA tak miliki banyak aturan.
Tak miliki emblem sebagai tanda kecakapan atau pin yang berwarna
keemasan. Identitas khas MAPALA hanyalah slayer yang sering dipakai
dileher sebagai penanda, yang juga sebagai penyeka keringat &
pengikat luka, jika dibutuhkan.
.
MAPALA memang seolah berisi anak urakan & ugal-ugalan. Karena
sesungguhnya MAPALA berisi anak-anak muda yang miliki energi berlebih.
Tak heran kemudian diwaktu senggangnya menunggu banjir tiba, menunggu
gunung meletus tiba. Mereka suka memanjat dinding / tebing batu,
keluyuran dihutan & sungai. Dan tempat-tempat yang membuat mereka
kelelahan dengan sendirinya. Sehingga tak ada waktu untuk tawuran
dijalanan. Atau demo membakar ban ketika pejabat mau datang.
.
MAPALA tak miliki asset layaknya saudara tuanya yang miliki bumi perkemahan dimana-mana. Yang miliki struktur begitu
rapi, hingga presiden dijadikan bapak pandunya.
.
MAPALA tak miliki koneksi birokrasi layaknya saudara mudanya yang
dinaungi oleh departemen sosial. Baru lahir sekian bulan, langsung sudah
punya mobil operasional lengkap dengan anggaran tahunannya.
.
MAPALA layaknya sebuah brand dagangan ditengah lokasi bencana.
Masyarakat pun dengan mudah mengenal anak-anak MAPALA. Dari aroma &
cara makannya. hehe
.
MAPALA tak miliki donasi luar negeri, tak
miliki kepentingan politik, tak miliki pasokan logistik cukup banyak
untuk bertahan lama dilokasi bencana. Yang mereka miliki adalah tekad,
sejumlah lembar uang SPP kuliah & kost untuk membiayai
operasi-operasi mereka.
.
Makanya tak heran anggota MAPALA
seringkali “melacur” dan menyisip ke organisasi apa saja. Yang tak lain
untuk bisa melampiaskan hasratnya untuk menolong sesama.
.
Yang dimiliki MAPALA adalah tekad. Menjadi bagian anak bangsa yang terlibat.
.
Anak bangsa yang dilahirkan dari rahim Ibu dan pundak Ayah yang tabah. Sehingga ketabahan itu menurun pada kalian.
Karena kalian dilahirkan untuk “itu”.
.
Juga karena rasa Persaudaraan, maka jangan heran jika anak anak MAPALA
selalu hadir menolong disetiap musibah, karena bagi mereka setiap
manusia adalah saudara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar