B U M I: Insomnia

Insomnia


Masih kutunggui kantuk membelaiku
Sedang malam masih dijejali bisu
Dan masih betah berdiam di ruang tunggu.
Entah bermula kapan malam menjadi lucu
Dan pagi selalu tersipu
Lalu aku jadi penghulu
Dalam pertautan waktu
Bagi malam dan pagi yang sama rindu
Aku baru tahu malam itu perayu
Dan pagi selalu malu.
Aku juga baru tahu
Ada ruang tunggu dalam pergantian waktu.
Dulu di belakang waktu
Kupikir malam dan pagi tak saling rindu
Kukira juga siang dan malam satu.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright © B U M I Urang-kurai