Ada puncak yang menjulangi semesta
Jauh melewati atap-atap benua
Dari Jayawijaya, Himalaya, hingga Akonkagua
Adalah ihklas
yang tak berupa
Wujud tanpa
wujud dari segala mulia
Dan bersemayam
jauh di kedalaman hati manusia
Hidup abadi
dalam kepala para pecinta
Ihklas hanya kau dapati
Di jalan sunyi para pembenci
Atau dalam hati yang menunggu mati
Sebab berani,
Jadi musuh orang berdasi
Sebab peduli,
Pada nasib sebuah negeri
Yang ajalnya menunggu beberapa generasi.
Ihklas itu
membebani tiap punggung pelaku revolusi
Yang mati rasa
pada kesenangan duniawi
Dan mustahil
akan terbeli
Bahkan oleh
manusia pemilik separuh Bumi.
Bagi pemilik
ihklas dalam sebuah revolusi :
Lebih baik mati
daripada menjual Negeri sendiri
Lebih baik bunuh
diri daripada membunuh saudara sendiri
“Maka bunuhlah pria
ini,
Untuk sebuah
kebanggan diri,
Sebab yang kau
bunuh adalah seorang pria sejati”
Tiga
baris terakhir dalam puisi ini dikutip dari kalimat terakhir Che Guevara
menjelang kematiannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar