Pages

Selasa, 10 Juni 2014

Tentang Ihklas dan Revolusi



Ada puncak yang menjulangi semesta
Jauh melewati atap-atap benua
Dari Jayawijaya, Himalaya, hingga Akonkagua
Adalah ihklas yang tak berupa
Wujud tanpa wujud dari segala mulia
Dan bersemayam jauh di kedalaman hati manusia
Hidup abadi dalam kepala para pecinta
Ihklas hanya kau dapati
Di jalan sunyi para pembenci
Atau dalam hati yang menunggu mati
Sebab berani,
Jadi musuh orang berdasi
Sebab peduli,
Pada nasib sebuah negeri
Yang ajalnya menunggu beberapa generasi.
Ihklas itu membebani tiap punggung pelaku revolusi
Yang mati rasa pada kesenangan duniawi
Dan mustahil akan terbeli
Bahkan oleh manusia pemilik separuh Bumi.
Bagi pemilik ihklas dalam sebuah revolusi :
Lebih baik mati daripada menjual Negeri sendiri
Lebih baik bunuh diri daripada membunuh saudara sendiri
“Maka bunuhlah pria ini,
Untuk sebuah kebanggan diri,
Sebab yang kau bunuh adalah seorang pria sejati”

Tiga baris terakhir dalam puisi ini dikutip dari kalimat terakhir Che Guevara menjelang kematiannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar