Selalu menyenangkan menyaksikan kota malam hari,
begitu tenang ; tanpa serapah dan caci maki, sayang malam hari di kota
banyak yang mati.
Menyaksikan langit malam, menyaksikan kenangan.
Mengira-ngira suasana pegunungan ; sedang apa kabut bersama dedaunan ?
Menyaksikan nisanmu, mengenang tawamu. Mengira-ngira
sepi di makammu ; adakah telinga malaikat penjaga makam mendengar sebaik
telingaku dulu ?
Merupai waktu, merupai senyummu. Menerka-nerka
lelaki yang mengisi ruang rasamu ; apakah aku, atau memang lelakimu ?
Makassar, waktu itu kemarau sedang senang bertamu.
Penulis *Muh. Shany Kasysyaf adalah mahasiswa yang mengira
dirinya Ultraman Gaia ; datang dari planet berjuta tahun cahaya untuk
membersihkan dunia manusia dari setan-setan bernama keserakahan.