Pages

Rabu, 08 Oktober 2014

Sebagai Kerikil

Aku melihat kerikil di sungai yang dangkal, begitu tabah ; tenggelam, terinjak para penyeberang. Tanpa keluh sepanjang waktu.
Andai aku kerikil di sungai yang dangkal itu, mungkin menunggu bukan masalah dan terluka jadi begitu sederhana.
Aku menyaksikan kerikil di sungai yang dangkal ; begitu berguna dan tak pernah meminta balas jasa. Menjadi rumah, atau sekadar pelampiasan orang putus cinta buat dikembalikan ke dasar sungai yang dangkal.
Anda kerikil adalah pejabat Negara, pasti tak begitu gunung anggaran Negara buat mengenyangkan perut-perut tanpa ruangan.
Aku iri melihat kerikil bisa begitu ihklas. Ah, seandainya kerikil adalah wakil rakyat pasti demonstrasi tak perlu ada.

Makassar, di suatu Minggu (bulan oktober)



Penulis *Muh. Shany Kasysyaf adalah mahasiswa yang mengira dirinya Ultraman Gaia ; datang dari planet berjuta tahun cahaya untuk membersihkan dunia manusia dari setan-setan bernama keserakahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar