Pages

Rabu, 08 Oktober 2014

Sajak Terka Mengira

Selalu menyenangkan menyaksikan kota malam hari, begitu tenang ; tanpa serapah dan caci maki, sayang malam hari di kota banyak yang mati.

Menyaksikan langit malam, menyaksikan kenangan. Mengira-ngira suasana pegunungan ; sedang apa kabut bersama dedaunan ?

Menyaksikan nisanmu, mengenang tawamu. Mengira-ngira sepi di makammu ; adakah telinga malaikat penjaga makam mendengar sebaik telingaku dulu ?


Merupai waktu, merupai senyummu. Menerka-nerka lelaki yang mengisi ruang rasamu ; apakah aku, atau memang lelakimu ?



Makassar, waktu itu kemarau sedang senang bertamu.

Penulis *Muh. Shany Kasysyaf adalah mahasiswa yang mengira dirinya Ultraman Gaia ; datang dari planet berjuta tahun cahaya untuk membersihkan dunia manusia dari setan-setan bernama keserakahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar