Kira-Kira Bagaimana ? Atau Seharusnya Begini Saja !
Puisi ini untuk Penguasa yang mati rasa, Aparat kepolisian yang mati nuraninya, dan mereka yang pura-pura buta dan gemar tutup telinga.
Kira-kira bagaimana ?, atau seharusnya begini saja !
:
Negara ini cukuplah buat penguasa
Karena warga, juga mahasiswa dan media massa
Omongan mereka, tak berguna
Suara mereka angin lalu saja.
Pada akhirnya keputusan tetaplah di tangan penguasa.
Kira-kira bagaimana ?, atau seharusnya begini saja !
:
Demonstrasi mahasiswa tak perlulah pakai kekerasan.
Tak perlulah juga tutup jalan, apalagi sampai ada
pengrusakan.
Asal penguasa benar-benar mau mendengar rintihan.
Asal penguasa sungguh pedulikan derita rakyat
pinggiran.
Bukankah semuanya bisa aman ?
Tapi lihat kenyataan kawan !
Kira-kira bagaimana ? atau seharusnya begini saja ! :
Aparat kepolisian slogannya diganti saja.
Dari mengayomi jadi memerangi warga.
Tuan sekalian jangan lupa,
Bukankah brutalnya polisi kita tak terjadi kemarin
saja.
Petani gula di takalar sana,
Saudara-saudaraku di pandang raya,
Kawan-kawan buruh di soroako yang menuntut haknya.
Kemana mata kita saat mereka yang tersiksa ?
Bukankah kita dan mereka adalah sesama warga.
Jangan dustai hatimu kawan,
Bukankah warga Negara Indonesia bukan hanya mahasiswa
dan media massa ?
Kira-kira bagaimana ? atau seharusnya begini saja !
:
Polisi yang gemar memerangi warga,
Pindahkan saja ke wilayah perbatasan !
Bukankah mereka begitu menyenangi peperangan ?
Bukankah lebih bermanfaat kecintaan pada perang,
Buat memerangi musuh Negara, atau korupsi yang
memiskinkan kita.
Kira-kira bagaimana ? atau seharusnya kusimpulkan
saja ! :
Penguasa Negeri ini mati rasa,
Pengayom warga mati nuraninya,
Sedang kebanyakan kita hanya peduli pada
kelompoknya,
Kepada yang lain, kita pura-pura buta atau tutup
telinga.
Sudahlah, Negeri ini bubarkan saja.
Penulis* pernah jadi korban penganiayaan atas nama pengamanan oleh aparat kepolisian, karena berusaha melindungi seorang teman.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar