Di Gedung Wakil Rakyat (Baca Babu)
Langkahku kecil terayun
Menapaki tangga-tangga
Melalui pintu-pintu
Lalu lengang,
Sesekali terdengar
Suara dengkuran mereka yang kenyang
Ini dia gedung
para babu
Yang dahulu
mengemis padaku
Mengemis setuju
dan suaraku
Dan sekarang
berlagak jadi majikanku
Padahal
bilangnya mereka dulu
Ingin jadi
wakil, ingin membantu
Mulai dari
buruh, hingga para guru
Sekarang bersama semua yang tak lupa
Kami hadir
menuai janji
Yang kemarin kau semai dalam pidato
Juga yang maktub di atas baliho
Karena janji wajib tunai
Jika mati harus terwaris
Sebab yang tak tunai
Hanya mimpi, sebab dia mewujud
Tak mewujud juga tak soal bagi mimpi
Sekarang kami
hanya menanti
Bukan lagi
kata—kata manis
Atau maafmu yang
basi
Kami hanya
menanti semua yang kau janji
Mungkin sekedar
membuatmu ingat lagi
Bilamana kau
lupa diri
Setelah janjimu
habis tunai
Barulah kami,
berhenti bersuara
Lalu dengan
tenang pulang ke rumah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar