B U M I: Malam yang Mati

Malam yang Mati



Pernah, pada subuh suatu ketika
Dalam gelap di sebuah pembaringan
Dengan kepala dan mata yang sejak petang masih terjaga
Kata beterbangan membentuk peristiwa
Lalu mulai kutulis puisi
Tentang orang kiri
Yang rindu revolusi
Dan pelan kalimatku berhenti pada titik
Setelah habis kutuang diksi-diksi
Kurangkai menjadi kalimat dalam satu puisi
Kumulai lagi kontemplasi dini hari
Senyap yang ribut membisiki kepala
Mengocehlah peristiwa tentang makna-makna
Gelaplah mata, lalu buta
Tak lama setelah pagi mati
Diganti oleh malam yang hujan
Terbangunlah dia yang lelap sejak subuh
Lalu bercerita tentang perangai penguasa di alam fana
Yang sebenarnya tak jauh berbeda
Dengan perangai penguasa di alam realita


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright © B U M I Urang-kurai