Bunuh Rindumu ! Sebelum Terbunuh Lebih Dulu
1
Buku catatanku hampir penuh
Seperti jalanan yang semut
Oleh kerumunan demonstrasi.
Disana ada mahasiswa dan polisi.
Tapi catatanku tak penuh karena orasi
Hanya namamu dan puisi
2
Seharusnya kubunuh saja sejak pertama kali
Sejak tahu rindu berbahaya
Seperti penderita gangguan jiwa
Yang membunuh agar bahagia,
Menyiksa buat senang-senang saja.
3
Kadang rindu punya banyak jelmaan
Sekali waktu, jadi mahasiswa yang tutup jalan
Berteriak dengan pengeras suara
meski tahu sia-sia saja.
Yang dirindukan tak punya telinga
Seperti wakil rakyat ditegur mahasiswa
(Hanya buang-buang tenaga).
Barangkali mahasiswa sedang lupa
Di pekarangan rumah orang yang dirindukan
Ada tembok tebal kedap suara
4
Berhatilah-hatilah pada rindu,
Jika tanpa alamat.
Kalau tersesat,
Kau berdiam di sana hingga sekarat.
5
Bunuh rindumu,
Sebelum terlambat waktu.
Sebelum ia membunuhmu,
Lebih dulu.
Buku catatanku hampir penuh
Seperti jalanan yang semut
Oleh kerumunan demonstrasi.
Disana ada mahasiswa dan polisi.
Tapi catatanku tak penuh karena orasi
Hanya namamu dan puisi
2
Seharusnya kubunuh saja sejak pertama kali
Sejak tahu rindu berbahaya
Seperti penderita gangguan jiwa
Yang membunuh agar bahagia,
Menyiksa buat senang-senang saja.
3
Kadang rindu punya banyak jelmaan
Sekali waktu, jadi mahasiswa yang tutup jalan
Berteriak dengan pengeras suara
meski tahu sia-sia saja.
Yang dirindukan tak punya telinga
Seperti wakil rakyat ditegur mahasiswa
(Hanya buang-buang tenaga).
Barangkali mahasiswa sedang lupa
Di pekarangan rumah orang yang dirindukan
Ada tembok tebal kedap suara
4
Berhatilah-hatilah pada rindu,
Jika tanpa alamat.
Kalau tersesat,
Kau berdiam di sana hingga sekarat.
5
Bunuh rindumu,
Sebelum terlambat waktu.
Sebelum ia membunuhmu,
Lebih dulu.
Makassar akhir bulan, di sebuah warung kopi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar